RESUME MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Oleh
Muhammad Farhan Aldiansyah
11160850000078
Prodi Perbankan Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta
I. Judul Makalah
Konsep Keunggulan Kompetitif
II.
Penyusun
Muhammad Farhan Aldiansyah, Zulfa
Fauziyyah, Nur Agnessya Fithra Asmar, Nadila Humaira dan Devi Dwi Sulastri.
III.
Tempat dan Tanggal Resume
Ciputat, 18 Maret 2020
PENDAHULUAN
Kepemilikan keunggulan kompetitif merupakan salah satu hal yang tidak
mudah untuk dicapai oleh perusahaan dalam lingkungan persaingan bisnis yang
ketat dewasa ini. Perusahaan yang berskala besar maupun
kecil memerlukan strategi kompetitif yang benar dan tepat agar nantinya berguna
dalam menghadapi para kompetitornya. Perusahaan dapat mengembangkan strategi
bersaing dengan cara mencari kesesuaian antara kekuatan-kekuatan internal
perusahaan dan kekuatan-kekuatan eksternal perusahaan. Pengembangan strategi bersaing
bertujuan agar perusahaan dapat melihat secara objektif kondisi-kondisi
internal dan eksternal hingga dapat mengantisipasi perubahan lingkungan untuk
memperoleh keunggulan bersaing dan memiliki produk atau jasa layanan sesuai
dengan keinginan konsumen dengan dukungan optimal dari sumber daya yang ada (Fitriadiet
al, 2013).
Menurut James O’Brien (2010,
p26) sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja bersama
untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output
dalam proses transformasi yang teratur. Menurut O’Brien (2010, p34)
Tujuan SIM, yaitu:
1.
Menyediakan informasi yang
dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain
yang diinginkan manajemen.
2.
Menyediakan informasi yang
dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan
berkelanjutan.
3.
Menyediakan informasi untuk
pengambilan keputusan.
Secara sederhana dapat
dikatakan bahwa sebuah sistem informasi melakukan pemrosesan data dan kemudian
mengubahnya menjadi informasi.
Keunggulan kompetitif adalah
keunggulan yang dimiliki oleh perusahaan dimana keunggulannya dipergunakan
untuk berkompetisi dan bersaing dengan perusahaan lainnya untuk meningkatkan
value (nilai) perusahaan baik dalam hal peningkatan laba maupun citra
perusahaan. Contoh perusahaan-perusahaan telekomunikasi berusaha untuk
mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya dengan cara berkompetisi sesuai dengan
keunggulan yang dimilikinya.
Kompetisi merupakan
karakteristik positif dalam bisnis, persaingan alami dan sehat adalah pendukung
majunya suatu pasar. Persaingan ini mendorong upaya untuk mendapatkan
keunggulan kompetitif di pasar, oleh karenanya diperlukan kemampuan kompetitif
yang signifikan pada berbagai bagian dari perusahaan. Hal ini ditujukan untuk
menjaga bisnis terhadap ancaman pendatang baru.
Menurut James O’Brien (2006:
43), Terdapat 5 Strategi dasar dalam bersaing menuju keunggulan yang kompetitif
:
a.
Strategi Biaya (Cost
Leadership Strategy), yaitu menjadikan produsen dengan biaya yang rendah,
memberikan harga yang lebih murah terhadap pelanggan, menurunkan biaya dari
pemasok, atau meningkatkan biaya pesaing untuk tetap bertahan di industri
b.
Strategi diferensiasi (Differentiation
Strategy), yaitu mengembangkan cara-cara untuk membedakan produk/jasa yang
dihasilkan perusahaan terhadap pesaing sehingga pelanggan menggunakan
produk/jasa karena adanya manfaat atau fitur yang unik
c.
Strategi inovasi (Innovation
Strategy), yaitu memperkanalkan produk/jasa yang unik, atau membuat
perubahan yang radikal dalam proses bisnis yang menyebabkan perubahan-erubahan
yang mendasar dalam pengelolaan bisnis.
d.
Strategi pertumbuhan (Growth
Strategies), yaitu dengan mengembangkan kapasitas produksi secara
signifikan, melakukan ekspansi ke dalam pemasaran global, melakukan
diversifikasi produk/jasa baru, atau mengintegrasikan ke dalam produk/jasa yang
terkait.
e.
Strategi aliansi (Alliance
Strategies), yaitu membentuk hubungan dan aliansi bisnis yang baru dengan
pelanggan, pemasok, pesaing dan lain.
Selain 5 dasar strategi
kompetitif, investasi didalam teknologi informasi dapat mendukung perusahaan
dalam bersaing, berikut adalah gambaran peran teknologi informasi dan contoh
penerapannya.
a.
Penerapan teknologi
informasi akan meminimalkan biaya bisnis
proses, baik dalam hubungannya dengan konsumen maupun supplier.
b.
Meningkatkan service
/ layanan yang diberikan kepada pelanggan.
c.
Pemanfaatan teknologi
informasi meminimalkan pesaing.
d.
Inovasi produk baru yang
melibatkan teknologi informasi sebagai komponennya.
e.
Menciptakan pasar yang baru.
f.
Meningkatkan kualitas dan
efisiensi serta mempersingkat waktu layanan pelanggan.
g.
Menggunakan IT untuk
pengembangan bisnis (business development), mengatur bisnis secara regional dan
global. Membangun sistem informasi yang terhubung dengan internet dan extranet
untuk support hubungan bisnis dengan costumer, supplier, sub-kontraktor, dsb.
Menurut James O’Brien (2006:
44), terdapat gambaran 5 Strategi dasar dalam Penggunaan Teknologi Informasi :
Berikut contoh bagaimana
perusahan besar dalam memanfaatkan strategi penggunaan teknologi informasi :
Menurut James O’Brien (2006: 45-46), Penekanan utama dalam sistem
informasi strategis adalah menemukan cara untuk menciptakan biaya
peralihan (Switching Costs) dalam hubungan antara perusahaan dan
pelanggan atau pemasoknya.
Keunggulan kompetitif
merupakan jantung dari kinerja perusahaan dalam pasar yang kompettitf. Selain
itu, keunggulan kompetitif merupakan tentang bagaimana sebuah perusahaann
benar-benar menepatkan strategi-strategi ke dalam praktik (Porter, 1985). Wright dan
McMahan (1992) membedakan
keunggulan bersaing (competitive advantage) menurut
pandangan tradisional dengan keunggulan bersaing
yang berkelanjutan (sustained competitive
advantage) menurut
pandangan yang berbasis
sumberdaya.
Sistem informasi dapat
mencapai keunggulan kompetitif pada tiga tingkatan, yaitu:
a.
Keunggulan Strategis (Strategic
Advantage)
Keunggulan strategis adalah
keunggulan yang memiliki dampak
fundamental dalam membentuk operasi perusahaan.
b.
Keunggulan Taktis (Tactical
Advantage)
Sebuah perusahaan
mendapatkan keunggulan taktis (tactical advantage) ketika perusahaan tersebut
mengimplementasikan strategi dengan cara yang lebih baik dari para pesaingnya.
c.
Keunggulan Operasional
(operational advantage)
Keunggulan operasioanl
adalah keunggulan yang berhubungan dengan transaksi dan proses sehari-hari.
Disinilah sistem informasi akan berinteraksi secara langsung dengan proses.
Tiga tingkat keunggulan
kompetitif diatas akan bekerja bersama-sama. Sistem informasi yang terpengaruh
oleh ketiga ini akan memiliki kemungkinan terbaik untuk meningkatkan kenerja
sebuah perusahaan secara substansial.
Fokus pada strategi nilai pelanggan
diakui bahwa kualitas, bukan harga, telah menjadi penentu utama dalam persepsi
pelanggan nilai. Dari sudut pandang pelanggan, perusahaan yang secara konsisten
menawarkan nilai terbaik mampu melacak preferensi setiap pelanggan, mengikuti
tren pasar, penyediaan produk, layanan dan informasi, kapan saja, di mana saja,
dan menyediakan layanan pelanggan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap
pelanggan. Selain teknologi Internet telah menciptakan peluang strategis bagi
perusahaan, besar dan kecil, untuk menawarkan layanan dan produk yang cepat,
responsif, dan berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan preferensi setiap
pelanggan.
Teknologi internet dapat
membuat pelanggan menjadi titik fokus dari manajemen hubungan pelanggan (CRM),
e-bisnis dan aplikasi lainnya. Sistem
CRM, Internet, intranet dan extranet. menciptakan saluran baru untuk komunikasi
interaktif dalam perusahaan dan pelanggan , dan dengan pemasok , mitra bisnis
dan lain-lain dalam lingkungan eksternal. Hal ini memungkinkan interaksi
terus-menerus dengan pelanggan untuk sebagian besar fungsi bisnis dan mendorong
kerjasama lintas-fungsional dengan pelanggan dalam hal pengembangan produk,
pemasaran, pengiriman, layanan dan dukungan teknis.
Rantai nilai (Value Chain)
adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan suatu perusahaan untuk menghasilkan
produk atau jasa (Porter, 1985). Menurut konsep ini, kegiatan perusahaan dibagi
menjadi dua bagian besar yaitu kegiatan utama (primary activities) dan
kegiatan pendukung (support activities). Kegiatan utama dibagi menjadi
lima, yaitu:
a.
Logistik masuk (inbound
logistic)
b.
Manajemen Operasi (operations)
c.
Logistik keluar (outbound
logistic)
d.
Pemasaran dan penjualan (marketing
and sales)
e.
Pelayanan (service)
Serta kegiatan pendukung
dibagi menjadi empat, yaitu:
a.
Infrastruktur perusahaan (firm
infrastructure)
b.
Manajemen SDM (human
resource)
c.
Teknologi (technology)
d.
Pengadaan (procurement)
Rantai nilai menunjukan
bagaimana sebuah sebuah produk bergerak dari tahap bahan baku ke pelanggan
akhir. Rantai nilai menunjukan bagaimana sebuah produk bergerak dari tahap
bahan baku ke pelanggan akhir. Rantai nilai ini menggambarkan berbagai berbagai
kegiatan yang diperlukan untuk membawa produk atau jasa dari konsepsi, melalui
berbagai tahapan produksi (melibatkan kombinasi transformasi fisik dan masukan
dari berbagai produsen jasa), pengiriman pada konsumen akhir dan pembuangan
akhir setelah digunakan.
Hammer dan Champy (1993)
mengatakan bahwa Proses Ulang Rekayasa (Business Process Reengineering)
adalah pemikiran Ulang yang mendasar dan rancangan ulang yang radikal dari
suatu proses bisnis untik mencapai perbaikan yang dramatis. Dengan mengukur
kinerja saat ini melalui elemen-elemen biaya, kualitas, pelayanan, dan
kecepatan. Pelaksanaan Rekayasa Ulang Proses Bisnis (Business Process
Reengineering / BPR) menekankan pada perancangan ulang suatu proses bisnis yang
menantang praktik yang tengah berjalan dan bertujuan menghasilkan perbaikan
atau peningkatan kinerja dalam proses bisnis yang signifikan. Berikut gambaran
mengenai BPR :
a. Teknis Pelaksanaan Rekayasa Ulang
Proses Bisnis (Business Process Reengineering / BPR)
Terdapat dua pendekatan utama dalam merancang suatu proses bisnis,
yaitu pendekatan perancangan ulang secara sistematis (systematic redesign)
dan dengan pendekatan “kertas kosong” (clean sheet).
b.
Tahapan-tahapan
Rekayasa Ulang
Tahapan Rekayasa Ulang yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1)
Memahami
proses yang berlangsung
2)
Mengidentifikasi
titik lemah pada proses yang ada
3)
Mencari
peluang pemakaian TI.
4)
Membuat
model proses baru yang efisien.
c.
Karakteristik
Rekayasa Proses Bisnis
Karakteristik BPR menurut Hammer & Champy (1993):
1)
BPR
dilakukan dengan menggabung beberapa pekerjaan menjadi satu.
2)
Karyawan-karyawan
diberi wewenang untuk mengambil keputusan.
3)
Tahapan
BPR dilakukan dengan urutan semestinya, tetapi beberapa pendapat dilakukan
bersamaan.
4)
Proses-proses
mempunyai versi berganda.
5)
Pekerjaan-pekerjaan
dapat dilakukan di tempat-tempat yang dipandang beralasan.
6)
Pengendalian
dan pengecekan dan pekerjaan-pekerjaan tambahan lainnya yang tidak memberikan
nilai tambah diminimalkan.
7)
Rekonsiliasi diminimalkan.
8)
Suatu
titik kontak tunggal disediakan untuk pelanggan.
9)
Gabungan
operasi terpusat dan terdesentralisasi digunakan.
Agile competition adalah kemampuan perusahaan
untuk beroperasi untung dalam lingkungan kompetitif yang mencakup perubahan
preferensi pelanggan, kondisi pasar, dan kesempatan bisnis yang berlangsung
secara terus menerus dan untuk predictable. Hambatan utama performansi agile
competition adalah arus informasi internal maupun antar perusahaan. Kemasan
informasi, penyediaan akses ke informasi, dan penyediaan tools menjadi produk
yang sangat berharga.
a.
Pelanggan
Fokus ke pelanggan adalah
kunci utama untuk sukses dalam persaingan bisnis yang semakin ketat terutama di
dalam e-Bisnis. Pelanggan biasanya ingin berbisnis secara kontinu berdasarkan
aspek kecepatan, kemudahan, personalisasi/individu, dan harga.
b.
Sumber Daya Manusia dan Masa
Kini
Kunci utama selanjutnya adalah
karyawan. Karyawan merupakan aset berharga bagi setiap perusahaan. Kunci
keberhasilan kerja perusahaan tergantung pada karyawan itu sendiri. Dengan
merekrut karyawan smart dan mempunyai knowledge akan menghasilkan keputusan
bisnis strategis yang smart pula. Itu semua membuat proses kerja (rantai nilai)
yang semakin efisien.
c.
Teknologi Informasi
Perusahaan tanpa teknologi
informasi dapat dipastikan lambat laun akan ketinggalan. Teknologi informasi
akan “membuka” kreativitas dan fleksibilitas untuk inovasi produk/jasa di masa
depan. Teknologi informasi dapat menghubungkan perusahaan dengan pelanggan
(melalui internet, mobilephone, PDA, dan lain – lain), partner kerja (melalui
jaringan EDI, internet, dan lain – lain), bahkan menghubungkan dan memperkuat
para karyawan itu sendiri. Akhirnya, teknologi informasi akan menangkap dan
menciptakan nilai bisnis yang lebih pada setiap tingkatan di suatu organisasi
sebagai berikut.
1)
Pada lini bawah:
menyelesaikan banyak pekerjaan dengan lebih cepat.
2)
Pada lini atas: menciptakan
new values dari aset organisasi yang sudah ada maupun yang baru ada (knowledge
management).
a.
Enterprise Teknologi
Informasi
Teknologi informasi dibutuhkan informasi untuk
memusatkan suatu kegiatan bisnis, melakukan bisnis dengan baik dan benar, serta
menciptakan kreativitas (inovasi) baru atau nilai baru. Berikut ini tantangan
baru teknologi informasi sebagai pusat bisnis.
1)
Menghubungkan organisasi maya (The Virtual Company).
2)
Adaptasi terhadap perubahan bisnis secara cepat.
3)
Menghantarkan nilai baru dari lini atas lini bawah dalam suatu
organisasi.
b.
Perkembangan Organisasi Maya
Organisasi maya adalah suatu perusahaan yang
menggunakan teknologi informasi untuk menghubungkan (link) orang, aset,
dan pemikiran (knowledge) dari berbagai rekan bisnis, sumber daya
manusia tanpa batas ruang, jarak, dan waktu dalam mengeksploitasi kesempatan
bisnis.
c.
Implikasi, Tantangan, dan Perubahan
Digitalisasi arus informasi adalah tujuan utama
integrasi dan organisasi maya. Jika dahulu data atau informasi tersebar menjadi
“pulau informasi”, tugas integrasi adalah menyatukan dan menghubungkan “pulau
informasi” tersebut. Dengan adanya gabungan serta keanekaragaman aplikasi itu,
dituntut pula suatu media untuk standarisasi, yaitu internet. Protokol internet
dapat digunakan secara global. Akan tetapi, timbul masalah dan konflik untuk
penyatuan itu sebagai berikut.
1)
Sistem yang ada tidak di desain untuk bekerja secara bersama – sama.
2)
Proses kerja antar aplikasi yang tidak berkesinambungan.
3)
Biaya integrasi mahal dan memerlukan waktu yang lama sangat berisiko
untuk gagal.
4)
Hanya terfokus pada efisiensi dan terlalu banyak cost cutting.
5)
Tidak terlalu memperhatikan sudut pandang konsumen (pelanggan).
d.
Virtual Private Networking
VPN adalah sebuah teknologi untuk menciptakan
koneksi aman antara dua buah bagian pada jaringan privat yang menggunakan
sarana jaringan internet sebagai sarana komunikasinya sehingga biaya koneksi
dapat ditekan seminimal mungkin. VPN ditempatkan pada kedua ujung segmen dari
jaringan privat yang saling terhubungi.
Digunakan dua teknologi utama, yaitu tunneling
dan enkripsi. Tunneling adalah teknologi yang membuat semacam jalur
khusus bagi dua buah segmen jaringan (lorong) untuk melewatkan paket data.
Sistem itu akan memperkecil terjadinya penyadapan. Enksripsi adalah teknologi
untuk mencapai mengacak paket data. Apabila paket data itu tertangkap oleh
pihak lain, tidak akan dapat mengakses data tersebut secara utuh dan sempurna.
.
e.
Strategi Untuk Organisasi Maya
1)
Sharing infrastruktur dan risiko.
2)
Adanya link antarberbagai kompetensi utama.
3)
Mengurangi “concept-to-cash time” melalui sharing.
4)
Meningkatkan fasilitan dan cakupan pasar.
5)
Adanya akses ke pasar baru atau memperoleh loyalitas pelanggan.
Manajemen pengetahuan
(Knowledge Management) dengan demikian menjadi salah satu penggunaan strategis
yang utama dari teknologi informasi. Banyak perusahaan membangun sistem
manajemen pengetahuan (knowledge management systems – KMS) untuk mengatur
pembelajaran organisasi dan cara
berbisnis. Tujuan dari sistem tersebut adalah untuk membantu pekerja
pengetahuan (knowledge worker) menciptakan, mengorganisasi, dan menyediakan
pengetahuan bisnis yang penting, di manapun dan kapan pun diperlukan dalam
sebuah organisasi. Informasi ini termasuk proses, prosedur, paten, referensi
kerja, formula, “praktik terbaik”, perkiraan, dan kesulitan.
a.
Document management:
Mengakses dan menerima dokumen yang tersimpan secara
online.
b.
Informasi, kreasi, pembagan,
dan manajemen:
1)
Menangkap dan
mendistribusikan cerita dari para pakar.
2)
Manajemen informasi yang
real-time.
3)
Komunikasi dan kolaborasi
4)
Penciptaan konten yang baru
c.
Kecerdasan perusahan :
1)
Meningkatkan “know-how” di
organisasi
2)
Dukungan kinerja
3)
Berinteraksi dengan basis
data operasional
4)
Membangun jaringan para
pakar

0 komentar:
Posting Komentar